Author Archives: Rifki A F

MARI BERSINERGI BERSAMA SINERGY FOR HUMANITY

Terkait dengan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Jakarta, Banten dan Jawa Barat, banyak sekali korban dan kerugian yang menimpa masyarakat. Diantaranya adalah fasilitas umum yang sifatnya strategis dan sangat diperlukan masyarakat umum. Seperti sekolah, sebagai lumbungnya pendidikan anak untuk menuju peradaban yang lebih baik. Selain itu juga jembatan yang merupakan penghubung sebagai sarana media sosial warga antar desa juga untuk kepentingan perekonomian. Yang tak kalah pentingnya adalah sarana air bersih yang sangat menjadi kebutuhan pokok bagi siapapun terutamanya warga terdampak yang saat ini akses air bersihnya terputus.
Berdasarkan hasil assesment tim di lapangan, insya Allah kami akan;
1. Membangun ulang jembatan yang berlokasi Kp. Ciasahan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, yang menghubungkan 2 dusun dengan penerima manfaat 2.465 Kepala Keluarga (KK). 2. Akan dibangun ulang pipanisasi di 8 RW yang berada di Desa Curungbitung, Kecamatan Nanggung, yang akan dirasakan manafaatnya untuk 2.200 Kepala Keluarga (KK)

Program ini insya Allah akan menjadi joint program Sinergy For Humanity (S4H) bersama beberapa lembaga lain.

Membangun Jembatan sama dengan Membangun Asa

Salah satu indikator program penyambung asa adalah sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam proses pembangunan jembatan ini. Hal ini akan berbanding lurus dengan keberlangsungan jembatan itu sendiri, akan seiring dengan rasa kepemilikan warga terhadap jembatan penyambung asa ini, akan berdampak bagaimana kedepan jembatan ini dipergunakan dan dipelihara oleh warga sekitar.

Sehingga ada kebermanfaatan yang usianya akan jauh lebih panjang di banding kita saja yang enjoy membangun jembatan dengan tidak melibatkan warga bahkan memposisikan warga hanya sekedar penonton atau team sorak saja.

Ketika dampak manfaatnya panjang, itulah yang diharapkan team dan para donor, karena apa yang dikontribusikan betul-betul dirasakan langsung kepada penerima manfaat dan berdampak tidak langsung ke sektor lain, sehingga menjadi jalan perubahan hidup yang lebih baik dan harapan yang terus tumbuh.

Masamba, 7 September 2020

Jembatan 60 Meter, 100 persen selesai

Jembatan 60 Meter, 100 persen selesai

Ternyata dan faktanya adalah jembatan sementara yang sudah di bangun ulang hari ini, tidak hanya penyambungkan papan dan tali semata atau menyambungkan ulang masyarakat satu dengan yang lainnya.

Tetapi ia membuat para petani mampu kembali menggarap ladang dan sawahnya seluas 35 hektar, setelah jembatan tersambung anak anak sekolahpun tidak harus berputar ke arah hulu sungai, sehingga dapat memangkas perjalanan dari 10 kilo meter menjadi 60 meter saja, ia juga menjadi pemersatu bagi siapapun warga yang sebelumnya kelihatan “renggang”

Ia menjadi pemantik munculnya kembali budaya bangsa gotong royong yang sudah puluhan tahun tidak terlihat dan dirasakan bagi warga sekitar, ia juga mampu menjembatani warga yang mau bertunangan bahkan menikah antara warga seberang A Ke seberang B, dll.

Artinya 100 persen program jembatan ini menjadi penyambung asa, pemantik harapan bagi warga sekitar yang terdampak dan 100 persen anda juga bisa menjadi penyambung bagi mereka yang masih 18 jembatan lagi belum kita bantu.

100 persen ini amal jariyah yang pahalanya akan mengalir selama jembatan dimanfaatkan oleh warga, jangan ditunda kebaikan belum tentu kita punya usia 100 tahun lagi, bisa jadi 100 jam lagi atau mungkin 100 menit lagi jatah usia kita..

Sinergy For Humanity Kerahkan Tim Untuk Bangun Jembatan Asa Untuk Masamba

Sinergy For Humanity Kerahkan Tim Untuk Bangun Jembatan Asa Untuk Masamba

Setelah tiba di Masamba pada 18 Agustus, tim Sinergy For Humanity berlanjut melanjutkan aksi kemanusiaan untuk umat. Setelah berdiskusi dengan pemimpin desa setempat, proses pembangunan jembatan dimulai pada Senin Malam (24/8).

Antusias warga Masamba terlihat saat mereka dengan senang hati membantu tim Sinergy For Humanity saat pengecatan holo.

Progress pembangunan jembatan akan terus dilakukan, hingga jembatan dapat berdiri dan bisa digunakan untuk akses warga setempat.

Tercatat sebanyak 19 titik jembatan yang tidak lagi bisa digunakan dan berpotensi membahayakan jiwa. Bantu Masamba bangkit kembali dengan ikut serta berkontribusi dalam program penyambung asa ini.

PEMANDANGAN BARU PASCA DIBANGUNNYA JEMBATAN DI SUKABUMI⁣⁣⁣

PEMANDANGAN BARU PASCA DIBANGUNNYA JEMBATAN DI SUKABUMI⁣⁣
⁣⁣
Jika biasanya melihat warga Sukabumi kesulitan menyeberang dan melawan arus sungai pasca bencana, kini pemandangan itu tak lagi terlihat. Pemandangan baru yang terlihat yaitu aktivitas yang warga lakukan seperti biasanya.⁣⁣
⁣⁣
Anak-anak berseragam yang bersemangat bersekolah, para pengais rezeki yang memikul dagangannya dan ibu-ibu yang semangat menghadiri pengajian. Semua emosi, bahagia hingga gelak tawa terekam jelas diatas jembatan yang berdiri sepanjang 15 meter itu.⁣⁣
⁣⁣
Tak pernah menyangka, bahwa jembatan menjadi infrastruktur penting dalam kehidupan di desa. Bayangkan jika di daerah pasca bencana, jembatan yang rusak tak lagi dibangun. Mungkin, seluruh aspek kehidupan di desa akan lumpuh. ⁣⁣
⁣⁣
Alhamdulillah, masih banyak yang peduli pada korban terdampak bencana, sehingga jembatan yang rusak pasca bencana, kini bisa kembali berdiri lagi. Hadirnya jembatan sementara, Insya Allah akan mempermudah dan memperpendek akses warga masyarakat pedesaan menuju sekolah, pasar, tempat kerja.⁣⁣
⁣⁣
Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pembangunan jembatan ini. Semoga dapat bermanfaat bagi warga Sukabumi dan bisa bangkit pasca bencana.⁣⁣