Media

Viral! Seorang Ibu di Bungbulang Garut Ditandu Seberangi Sungai saat Mau Melahirkan

Sebuah tayangan video seorang ibu hamil yang hendak melahirkan ditandu menyebrangi sungai akibat jembatan yang merupakan akses jalan satu-satunya di wilayah setempat putus diterjang banjir pada (20/1/2023) viral di media sosial (medsos).

Dalam video amatir warga yang berdurasi 1 menit 45 detik itu diperoleh pada Senin (30/1/2023), terlihat seorang ibu hamil ditandu puluhan warga bersama bidan, kemudian menyebrangi Sungai Cirompang untuk dibawa ke rumah sakit rujukan.

Diketahui ibu yang akan melahirkan itu bernama Siti Sopiah (35), warga Kampung Wangun, Desa Gunamekar, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut.

Saat di wawancarai langsung iNewsGarut.id, tenaga kesehatan (Nakes) yang membantu evakuasi, Bidan Riska mengatakan, sebelumya ia disana (rumah pasien) dari pukul 08.00 WIB berangkat menyebrangi Sungai Cirompang ketika debit air sedang tinggi. Namun, ketika diurus olehnya semalaman, pasien tersebut tidak ada kemajuan untuk persalinan.

“Saya bawa ke rumah saya paginya, kemudian pasien dievakuasi pakai tandu dibantu sama masyarakat sekitar, menyebrangi sungai jam 8 pagi,” paparnya, Selasa (31/1/2023).

 

source : https://garut.inews.id/read/248331/viral-seorang-ibu-di-bungbulang-garut-ditandu-sebrangi-sungai-saat-mau-melahirkan?utm_medium=sosmed&utm_source=whatsapp

Peresmian Jembatan Cahaya Brilian, Penghubung Desa Neglasari dan Gelar Pawitan

Hujan deras yang terjadi tahun 2018 silam mengguyur kawasan selatan Kabupaten Cianjur mengakibatkan arus sungai menjadi deras, sehingga memicu putusnya jembatan yang menghubungkan Desa Neglasari dan Desa Gelar Pawitan.

Akibat dari putusnya jembatan penghubung tersebut, berdampak pada roda ekonomi Desa Gelarpawitan yang sempat tersendat. Selama 4 tahun warga Desa Gelar Pawitan mengupayakan berbagai ikhtiar membangun jembatan darurat. Namun, dengan hanya berbahan bambu usia jembatan darurat tersebut sanggup bertahan beberapa bulan saja karena menjadi akses bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Sinergi Foundation melalui Sasaka Indonesia bekerja sama dengan YBM PLN, YBM BRILiaN dan Komunitas DCAB-ID Bandung membangun kembali jembatan penghubung yang menghubungkan Desa Neglasari dan Desa Gelar Pawitan. Jembatan penghubung tersebut dibangun secara permanen. Acara peresmian jembatan permanen tersebut dilaksanakan pada Sabtu (8/10/22). Peresmian jembatan permanen tersebut dihadiri oleh warga Desa Neglasari dan Desa Gelar Pawitan yang antusias melihat jembatan yang telah berdiri kokoh dan akan mereka gunakan sebagai akses untuk berkegiatan.

Dibangunnya jembatan permanen di Desa Gelar Pawitan menjadi kabar yang paling membahagiakan bagi warga setempat. Karena tak hanya melambungkan asa anak-anak desa untuk bersekolah, namun menggulirkan kembali roda ekonomi yang sempat tersendat.

Diharapkan dengan dibangunnya jembatan permanen tersebut, dapat membuka kembali akses jalan antar kedua wilayah, sehingga aktivitas masyarakat sekitar dapat kembali pulih seperti biasanya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Gelar Pawitan, Heri Koeswanto mengatakan bahwa, dengan dibangunnya jembatan tersebut masyarakat Desa Gelar Pawitan akan mampu melakukan perubahan di kemudian hari.

“Sebelum acara peresmian berlangsung, jembatan masih ditutup oleh tirai. Selain itu, suasana langit mendung. Namun, setelah tirai jembatan tersebut dibuka suasana langit menjadi cerah dan menerangi jembatan tersebut. Saya percaya itu adalah sebuah tanda, dengan dibangunannya jembatan ini warga Gelar Pawitan mampu melakukan perubahan di kemudian hari,” tutur Heri di acara peresmian jembatan.

Selama lebih dari 4 tahun, akhirnya penantian warga Desa Neglasari dan Desa Gelar Pawitan terjawab untuk memiliki jembatan permanen yang dapat digunakan sebagai akses jalan yang mempuni.

Lebih lanjut, Heri menambahkan bahwa, pembangunan jembatan tersebut tidak luput dari bantuan warga sekitar yang saling bergotong royong demi terbangunnya jembatan penghubung tersebut. Selain itu, Heri mengucapkan rasa terima kasihnya kepada para donatur dari YBM PLN, YBM BRILiaN, Komunitas DCAB-ID Bandung dan Sasaka Indonesia-Sinergi Foundation yang telah mewujudkan mimpi para warga untuk dapat memiliki akses Jembatan.

“Pembangunan jembatan ini terwujud atas tetesan keringat, lelahnya fisik bahkan kacaunya pikiran. Itu merupakan semangat juang yang tinggi dari warga masyarakat atas bantuan donatur dari YBM PLN, YBM BRILiaN, Komunitas DCAB-ID Bandung dan Sasaka Indonesia-Sinergi Foundation. Pembangunan Jembatan ini merupakan jawaban dari Allah SWT dari banyak doa-doa yang dipanjatkan oleh seluruh warga masyarakat,” tambahnya.

Kini, warga masyarakat dapat menggunakan jembatan tersebut sebagai sarana untuk kembali meningkatkan perekonomian, salah satunya digunakan untuk mengangkut hasil tani dan ternak mereka dengan menggunakan kendaraan roda empat. Jembatan yang telah berdiri kokoh tersebut dinamakan Jembatan Cahaya Brilian.

Dengan dibangunnya Jembatan Cahaya Brilian ini semoga menjadi langkah awal bagi tim Sasaka Indonesia – Sinergi Foundation untuk dapat lebih membantu masyarakat luas yang membutuhkan pembangunan akses Jembatan. Dan diharapkan akan lebih banyak pihak yang dapat berkolaborasi, sehingga pembangunan Jembatan dapat dilakukan hingga ke pelosok daerah di Indonesia.

Sasaka Indonesia merupakan program kemanusiaan yang diusung oleh Sinergi Foundation, dimana program tersebut bertujuan untuk membantu pemulihan fasilitas umum yang terdampak bencana alam maupun kerusahan. Sasaka Indonesia hadir sebagai program penyediaan jembatan.

Warga Keluhkan Jembatan Putus Akibat Banjir Bandang

Hakikatnya, jembatan adalah media penyambung. Penyambung silaturrahim, menghubungkan yang jauh menjadi dekat, juga mempermudah akses menuju berbagai tempat ; sekolah, masjid, pasar, rumah keluarga, dan tempat-tempat strategis lainnya yang menunjang peradaban.

Namun, banjir bandang yang datang di awal tahun ini (1/1/2020) meluluhlantakkan banyak fasilitas umum di beberapa kecamatan di Kab. Bogor, salah satunya jembatan di Kec. Nanggung.

Simak penuturan Pak Aep Syaifudin, warga Dusun Ciasahan, Kec. Nanggung, Kab. Bogor yang ditemui tim S4H @sinergyforhumanity beberapa waktu lalu.

Insya Allah, kedepan Sinergi Foundation bersama beberapa lembaga lain akan turut serta dalam pembangunan jembatan ini. Ayo Sinergi!

MARI BERSINERGI BERSAMA SINERGY FOR HUMANITY

Terkait dengan bencana banjir dan longsor yang terjadi di Jakarta, Banten dan Jawa Barat, banyak sekali korban dan kerugian yang menimpa masyarakat. Diantaranya adalah fasilitas umum yang sifatnya strategis dan sangat diperlukan masyarakat umum. Seperti sekolah, sebagai lumbungnya pendidikan anak untuk menuju peradaban yang lebih baik. Selain itu juga jembatan yang merupakan penghubung sebagai sarana media sosial warga antar desa juga untuk kepentingan perekonomian. Yang tak kalah pentingnya adalah sarana air bersih yang sangat menjadi kebutuhan pokok bagi siapapun terutamanya warga terdampak yang saat ini akses air bersihnya terputus.
Berdasarkan hasil assesment tim di lapangan, insya Allah kami akan;
1. Membangun ulang jembatan yang berlokasi Kp. Ciasahan, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, yang menghubungkan 2 dusun dengan penerima manfaat 2.465 Kepala Keluarga (KK). 2. Akan dibangun ulang pipanisasi di 8 RW yang berada di Desa Curungbitung, Kecamatan Nanggung, yang akan dirasakan manafaatnya untuk 2.200 Kepala Keluarga (KK)

Program ini insya Allah akan menjadi joint program Sinergy For Humanity (S4H) bersama beberapa lembaga lain.

Membangun Jembatan sama dengan Membangun Asa

Salah satu indikator program penyambung asa adalah sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam proses pembangunan jembatan ini. Hal ini akan berbanding lurus dengan keberlangsungan jembatan itu sendiri, akan seiring dengan rasa kepemilikan warga terhadap jembatan penyambung asa ini, akan berdampak bagaimana kedepan jembatan ini dipergunakan dan dipelihara oleh warga sekitar.

Sehingga ada kebermanfaatan yang usianya akan jauh lebih panjang di banding kita saja yang enjoy membangun jembatan dengan tidak melibatkan warga bahkan memposisikan warga hanya sekedar penonton atau team sorak saja.

Ketika dampak manfaatnya panjang, itulah yang diharapkan team dan para donor, karena apa yang dikontribusikan betul-betul dirasakan langsung kepada penerima manfaat dan berdampak tidak langsung ke sektor lain, sehingga menjadi jalan perubahan hidup yang lebih baik dan harapan yang terus tumbuh.

Masamba, 7 September 2020