Sukabumi, 5 Agustus 2025 — Setelah sempat terputus akibat banjir besar di penghujung 2024, Jembatan Citamiang yang menghubungkan Desa Mekarmukti (Kecamatan Waluran) dan Desa Sirnasari (Kecamatan Surade), Kabupaten Sukabumi, kini resmi dapat digunakan kembali oleh masyarakat. Jembatan ini menjadi akses utama yang vital bagi aktivitas harian warga, termasuk pendidikan, layanan kesehatan, dan distribusi hasil pertanian.
Pembangunan ulang jembatan ini merupakan hasil kolaborasi multipihak antara Bank Raya, Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN, dan Sasaka Indonesia sebagai pelaksana teknis pembangunan di lapangan. Pendanaan berasal dari dana zakat yang dikelola oleh YBM BRILiaN, sementara pelaksanaan dilakukan oleh tim pemberdayaan infrastruktur Sasaka bersama masyarakat lokal.

Jembatan Bukan Sekadar Fisik, Tapi Soal Kehidupan
Direktur Sasaka Indonesia, Bapak Komaludin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa jembatan ini bukan hanya sebuah struktur fisik, tetapi sarana yang menghubungkan kehidupan dan harapan.
“Selama 52 hari, masyarakat bekerja siang dan malam, bergotong royong membangun akses yang sebelumnya hilang. Ini adalah jembatan kolaborasi, jembatan pemberdayaan. Setiap besi, paku, dan tiang yang berdiri hari ini adalah hasil dari tangan warga yang tidak ingin menyerah,” ujarnya.
Pendekatan pembangunan jembatan oleh Sasaka bukan semata-mata untuk menyediakan infrastruktur, tetapi juga untuk menggerakkan potensi masyarakat melalui partisipasi aktif dan pemberdayaan tenaga lokal. Dalam setiap proyeknya, Sasaka berupaya menjadikan pembangunan sebagai momentum kebangkitan desa.
Sebelum jembatan ini dibangun kembali, warga terpaksa memutar sejauh 32 km hanya untuk mengakses fasilitas dasar. Dengan hadirnya kembali Jembatan Brilians, jarak tempuh kini kembali hanya 2–3 km. Dampaknya langsung terasa dalam aktivitas ekonomi warga, kelancaran akses pendidikan anak-anak, serta konektivitas sosial antarwilayah.
Proyek ini adalah salah satu contoh nyata dari pendekatan “Jembatan untuk Kehidupan” yang menjadi misi utama Sasaka Indonesia. Sasaka percaya bahwa jembatan bukan hanya menghubungkan dua titik geografis, tetapi juga membuka jalan bagi perubahan sosial, ekonomi, dan psikologis masyarakat desa.

Kolaborasi yang Menguatkan
Pembangunan Jembatan Brilians tidak akan mungkin terwujud tanpa kolaborasi yang kuat. Dana zakat yang dihimpun dari karyawan Bank Raya dan disalurkan melalui YBM BRILiaN menjadi sumber daya utama yang menyokong proses ini. Sasaka hadir sebagai mitra pelaksana yang memastikan pembangunan berjalan secara partisipatif, efektif, dan memberdayakan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mempercayakan amanah ini kepada Sasaka. Kepercayaan ini adalah bahan bakar semangat kami untuk terus menghadirkan jembatan-jembatan kehidupan di desa-desa pelosok Indonesia,” tutur Komaludin.
Tentang Sasaka
Sasaka Indonesia adalah lembaga kemanusiaan yang fokus pada pembangunan infrastruktur jembatan berbasis partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Dalam setiap jembatan yang dibangun, Sasaka menghadirkan bukan hanya jalan lintas, tetapi juga jalan menuju keadilan sosial dan keberlanjutan hidup.
Sejak tahun 2022, Sasaka telah membangun 34 jembatan di berbagai wilayah Indonesia dan menghadirkan akses yang layak bagi ribuan penerima manfaat — mencakup kebutuhan pertanian, pendidikan, kesehatan, hingga mobilitas ekonomi warga di desa-desa terpencil.
Saat ini, Sasaka terus membuka peluang kolaborasi bersama lembaga zakat, perusahaan, komunitas, dan individu yang ingin berkontribusi dalam menghubungkan desa-desa pelosok melalui program unggulan kami: “Satu Juta Meter Penyambung Asa”
Mari Bangun Jembatan Berikutnya, Bersama.
Informasi lebih lanjut mengenai program dan peluang kolaborasi dapat diakses melalui:
🌐 www.sasaka.or.id
📧 info@sasaka.or.id
📱 Instagram @sasaka_indonesia















