Media

Jembatan Leuwi Jembe: Harapan Baru di Awal Tahun 2025

Tasikmalaya – Tahun 2025 menjadi awal yang signifikan bagi Sasaka Indonesia melalui pelaksanaan pembangunan Jembatan Leuwi Jembe, yang merupakan proyek pertama pada tahun ini. Jembatan ini berlokasi di Desa Linggaraja, Kecamatan Sukaraja, dan Desa Cibalanarik, Kecamatan Tanjungjaya, serta diharapkan dapat menjadi sarana baru yang lebih baik bagi masyarakat.

Pembangunan Jembatan Leuwi Jembe telah memasuki minggu kedua. Jembatan ini dirancang dengan panjang bentang 47 meter dan lebar 1,2 meter, serta ditargetkan dapat memberikan manfaat bagi sekitar 2013 jiwa yang tinggal di sekitarnya.

Sejarah Jembatan Leuwi Jembe

Jembatan ini pertama kali didirikan pada tahun 2014 menggunakan material kayu sebagai pijakan. Sejak saat itu, jembatan ini telah menjadi infrastruktur penting yang menghubungkan dua kecamatan, khususnya untuk mendukung kegiatan pelajar, petani, pedagang, dan masyarakat umum. Selama periode 2014 hingga 2024, perbaikan dilakukan secara berkala pada papan pijak setiap dua tahun.

Kondisi terakhir pada tahun 2024 menunjukkan bahwa meskipun jembatan masih dapat digunakan, tingkat keamanannya telah menurun secara signifikan. Hal ini menjadi alasan utama untuk membangun ulang jembatan dengan struktur yang lebih kuat dan tahan lama demi memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna.

Harapan dan Dampak Positif

Pembangunan ulang ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitarnya. Selain menjadi jalur utama untuk berbagai aktivitas, jembatan baru ini juga diperkirakan dapat mendukung perkembangan ekonomi dan pendidikan secara lebih maksimal.

Dukungan dan perhatian dari berbagai pihak terus dilibatkan dalam proses pembangunan ini hingga selesai. Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kolaborasi antara masyarakat, mitra pembangunan, dan donatur.

Jembatan Leuwi Jembe diharapkan mampu membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Linggaraja dan Desa Cibalanarik. Pembangunan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi besar Sasaka Indonesia, yaitu “Satu Juta Meter Penyambung Asa,” serta menjadi contoh bagi proyek serupa di wilayah lain yang membutuhkan.

Peresmian Jembatan Nusa: Menyambung Harapan di Perbatasan Jawa Barat dan Banten

Pada Kamis, 21 Desember 2024, Sasaka Indonesia meresmikan Jembatan Nusa yang kini menghubungkan Desa Cibareno di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, dengan Desa Pasirbaru di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan akses yang lebih baik di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Banten.

Jembatan ini terwujud berkat kolaborasi antara Sasaka Indonesia dan UPZDK Permatabank Syariah. Dukungan penuh dari mitra donor memungkinkan pembangunan jembatan ini, yang diharapkan mampu mengatasi tantangan transportasi sekaligus membuka peluang baru dalam pendidikan, kesehatan, dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

 

Proses pembangunan Jembatan Nusa melibatkan berbagai pihak, mulai dari tenaga kerja lokal hingga keterlibatan aktif komunitas sekitar. Dengan perencanaan yang terperinci dan penggunaan material yang tahan lama, jembatan ini dirancang untuk memastikan keamanan serta daya tahannya untuk jangka panjang.

Jembatan Nusa tidak hanya menjadi penghubung antara dua wilayah, tetapi juga melambangkan kerja sama dan dedikasi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sasaka Indonesia yakin bahwa keberadaan jembatan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap sosial dan ekonomi warga di Desa Cibareno dan Desa Pasirbaru.

 

Sasaka Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada UPZDK Permatabank Syariah atas kontribusi mereka dalam merealisasikan proyek ini. Dengan visi “Satu Juta Meter Penyambung Asa,” Sasaka Indonesia akan terus berkomitmen menghadirkan lebih banyak jembatan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai pelosok negeri.

10 Lembaga dan Perusahaan Komitmen Bangun Jembatan Bersama Sasaka Indonesia di 2025

Bandung, 18 Desember 2024

Bertempat di Grandia Hotel, Bandung, Sasaka Indonesia sukses menggelar kegiatan Catalyst Impact Forum (CIF) 2024. Acara yang berlangsung pada Rabu 18/12  ini mengangkat tema “Bridge of the Nation : Beyond Borders”. Kegiatan ini terdiri dari beberapa rangkaian acara, yaitu Publik Expose, Diskusi Panel, Penandatanganan MOU dan komitmen kolaborasi 2025 serta pemberian Simbolis Apresiasi kepada mitra strategis Sasaka Indonesia 2024.

Dalam pemaparannya, Komaludin selaku Direktur Eksekutif Sasaka Indonesia menyampaikan pencapaian hingga 2024 serta proyeksi dan target Pembangunan jembatan di tahun 2025.

“Alhamdulillah, per hari ini 1.000 meter pertama (Panjang jembatan) telah tercapai. Ini perjalanan yang tidak mudah, karena kami awalnya bukan dari orang Teknik, tapi basicnya adalah di pemberdayaan, makanya namanya adalah jembatan pemberdayaan yang dikolaborasikan dengan semangat menjadi Gerakan Bersama atau gotong royong”.

 

Dalam pemaparannya pria yang akrab disapa Kang Komal ini juga memaparkan terkait bagaimana di tahun ini Sasaka Indonesia mulai menginisiasi inovasi dalam mengukur dampak dari adanya jembatan dengan pendekatan SRoI (Social Return on Investmen).

“Jadi kami coba hitung, bagaimana di sebuah titik jembatan (di garut) ini dengan membandingkan kondisi sebelum dengan setelah adanya jembatan, dan faktanya membuktikan bahwa keberadaan jembatan mampu meningkatkan pendapatan pemilik warung sekitar jembatan sebanyak 3x lipat dari sebelum adanya jembatan, serta berpengaruh kepada sektor lainnya seperti petani, kuli panggul, guru dan siswa yang biasa menyebrangi Sungai, sehingga kalau dihitung nilai (value) manfaat dari jembatan, dari nominal 250juta biaya Pembangunan jembatan, dalam waktu enam bulan saja, sudah menghasilkan manfaat senilai biaya Pembangunan (investasi)” pungkas komal.

 

Selain itu, yang menjadi sorotan utama dari program Sasaka Indonesia ini adalah bagaimana pemberdayaan yang dilakukan, yaitu memberdayakan masyarakat di Lokasi Pembangunan jembatan untuk diberikan kemampuan di bidang konstruksi jembatan, dan hasilnya saat ini dari 18 relawan Pembangunan jembatan yang ada saat ini,70 prosen nya adalah yang awalnya penerima manfaat yang dbangun jembatan di wilayah tempat tinggalnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian apresiasi kepada 10 Mitra kolaborasi yang melaksanakan Implementasi Pembangunan jembatan di tahun 2024, ke 10 mitra tersebut antaralain :

  • BAZMA
  • YBM BRILiaN
  • Sonam Group
  • UPZDK PermataBank Syariah
  • Lembaga Manajemen Infaq (LMI)
  • PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset)
  • Amgala Foundation
  • LAZNAS Abulyatama Indonesia
  • Maratama Cipta Mandiri
  • Balai Geoteknik Terowongan dan Struktur Dirjen Bina Marga

 

Selain itu, dalam kesempatan yang sama terjadi juga penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) dan simbolis komitmen kolaborasi program Pembangunan jembatan di tahun 2025 antara Sasaka Indonesia dengan 10 mitra yang terdiri dari Mitra Perusahaan dan juga Lembaga Non Profit, yaitu :

  1. YBM BRILiaN
  2. BAZMA
  3. Lembaga Manajemen Infaq (LMI)
  4. PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset)
  5. LAZNAS Abulyatama Indonesia
  6. Mandiri Amal Insani Foundation
  7. Pusat Kajian Hadis (PKH) Indonesia
  8. Bakrie Amanah
  9. Laznas Syarikat Islam
  10. Gerakan Turun Tangan

 

Seputar Sasaka Indonesia

Sasaka Indonesia adalah Lembaga Kemanusiaan yang concern dalam program Pembangunan jembatan dengan pendekatan pemberdayaan Masyarakat, dimulai dari tahun 2020 sampai 2024 telah membangun 28 jembatan di 4 provinsi di Indonesia, menjangkau lebih dari 57.000 penerima manfaat. Pada November 2024 mendapat Penghargaan Gold Winner sebagai Best NGO Initiative pada ajang Indonesia Corporate Sustainability Award (ICSA) 2024.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

  • Nama Kontak: Hadi Supriyadi
  • Email: hadi@sasaka.or.id
  • Telepon: 081321552632

Peresmian Jembatan Asa Saribakti

Peresmian Jembatan Desa Saribakti, Garut: Menghubungkan Harapan dan Masyarakat

 

Pada Sabtu, 7 Desember 2024, Sasaka Indonesia dengan bangga meresmikan jembatan baru yang menghubungkan Desa Saribakti dan Desa Peundeuy di Kecamatan Peundeuy, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peresmian ini menjadi tonggak penting dalam upaya menyediakan akses yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Jembatan ini hadir sebagai hasil kerja sama dengan para mitra donor, Bazma dan Pertaladies, yang telah memberikan kontribusi besar dalam mendukung terwujudnya infrastruktur penting ini. Dengan adanya jembatan ini, akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan perekonomian menjadi lebih mudah dan aman, terutama saat musim hujan yang sering kali menghadirkan tantangan besar bagi mobilitas masyarakat.

 

Proses pembangunan melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk tenaga kerja lokal, relawan, dan mitra komunitas. Dengan semangat gotong royong, jembatan ini dibangun sesuai standar keselamatan dan daya tahan yang optimal.

Jembatan ini tidak hanya menjadi penghubung fisik antara dua desa, tetapi juga menjadi simbol harapan dan keberlanjutan. Sasaka Indonesia, bersama para mitra, berharap jembatan ini dapat membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Saribakti dan Desa Peundeuy, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pembangunan jembatan ini, khususnya Bazma dan Pertaladies. Dengan semangat “Satu Juta Meter Penyambung Asa,” Sasaka Indonesia akan terus berkomitmen untuk menghadirkan lebih banyak jembatan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat di seluruh pelosok Indonesia.

 

Peresmian Jembatan ASA Bazma dan BPS2003

Pada Minggu, 1 Desember 2024, Sasaka Indonesia dengan penuh rasa syukur meresmikan sebuah jembatan yang menghubungkan Korong ASDA di Nagari Sikucur Tengah, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Infrastruktur ini menjadi wujud nyata dalam mendukung kebutuhan aksesibilitas masyarakat di daerah terpencil.

Jembatan ini hadir sebagai hasil dari sinergi antara Sasaka Indonesia, Bazma, dan BPS 2003. Dukungan yang diberikan oleh para mitra donor telah memungkinkan pembangunan jembatan ini, yang diharapkan dapat mengatasi hambatan transportasi dan membuka peluang baru bagi masyarakat untuk mendapatkan akses ke layanan pendidikan, kesehatan, dan peluang ekonomi.

Pembangunan jembatan ini dilakukan melalui kerja sama yang melibatkan berbagai elemen, mulai dari tenaga kerja lokal hingga partisipasi aktif komunitas sekitar. Dengan perencanaan yang matang dan material berkualitas tinggi, jembatan ini dirancang untuk memastikan keamanan dan keberlanjutan penggunaannya dalam jangka panjang.

Lebih dari sekadar sarana penghubung antarwilayah, jembatan ini menjadi simbol kolaborasi dan dedikasi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sasaka Indonesia percaya bahwa keberadaan jembatan ini dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang signifikan bagi warga di Korong ASDA dan Nagari Sikucur Tengah.

Sasaka Indonesia mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bazma dan BPS 2003 atas peran besar mereka dalam merealisasikan proyek ini. Melalui visi “Satu Juta Meter Penyambung Asa,” Sasaka Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas jaringan jembatan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di seluruh pelosok negeri.